:

Senin, 15 Desember 2008

Ternyata Junk Food Sebabkan Diabetes Pada Anak!

Berapa kali dalam seminggu anak Anda membawa bekal ke sekolah dari rumah? Berapa banyak uang saku yang Anda berikan? Berhati-hatilah jika Anda kerap memberikan uang saku pada anak. Salah-salah uang saku itu hanya habis untuk membeli junk food. Mengkonsumsi junk food sekali seminggu saja bisa berakibat diabetes dan obesitas pada anak-anak. Sebaiknya intip hasil riset di India ini!
Sebuah hasil riset yang dipublikasikan di India Gazette bulan lalu mengungkapkan bahwa 85% dari anak-anak usia 10-14 tahun, didiagnosa terancam diabetes karena kebiasaan makan yang tidak sehat.
Riset yang dilakukan oleh Delhi Diabetes Research Centre (DDRC) di bawah bagian dari Scheme of The Delhi melibatkan 5.802 anak sekolah di ibu kota. Penelitian difokuskan pada masalah obesitas dan perlunya mengubah pola makan yang cenderung meniru ‘mimic western lifestyle’.
Hasil riset menyebutkan, sedikitnya 11% anak-anak lebih suka jajan di kantin sekolah saat makan siang dan tidak membawa bekal dari rumah. Sementara 81% anak-anak mengunjungi gerai fast food minimal sekali seminggu. Terlebih lagi 62% anak-anak lebih suka junk food seperti burger atau pizza ketimbang sayuran dan 47% minum soft drink sedikitnya sekali sehari. Tak hanya itu, 25% dari anak-anak tidak melakukan olahraga di sekolah. Di rumah jumlah mereka berkurang setengahnya, 13%nya tidak bermain di luar rumah. Lebih dari jumlah ini, 35% anak-anak menggunakan waktunya lebih banyak untuk nonton TV dan bermain games di komputer.
“Anak-anak yang kelebihan berat badan ini memiliki 70% peluang untuk menjadi orang dewasa yang gemuk dan berisiko menderita diabetes, sakit jantung dan tekanan darah yang berakibat pada tingkat produktivitas dalam populasi penduduk negara,” tutur Ashok Jhingan, ketua DDRC.
Risiko ini bertambah jika dikaitkan dengan sejarah kesehatan keluarga. Sedikitnya 10% dari anak-anak yang diteliti memiliki orang tua penderita diabetes. Dengan kata lain 1 dari 5 anak menderita obesitas atau kelebihan berat badan.
Menurut Jhingan, “Obesitas adalah salah satu faktor yang dapat memicu ‘pre diabetes’ dan kemudian menjadi diabetes tipe 2 pada dewasa. Dua tahun lalu ada 200 ribu penderita diabetes di India, data terakhir sudah menunjukkan angka mendekati 305.000.”

Apa Sih Diabetes Itu?

Diabetes adalah keadaan serius yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula darah. Pasien diabetes memproduksi sedikit atau tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sel-sel tubuh mereka tidak dapat merespons insulin secara tepat. Pasien diabetes yang tak terawat akan menjadi beban masyarakat dan pemerintah.
Karena itu sangatlah perlu memperbanyak kegiatan fisik dan menurunkan berat badan agar terhindar atau menurunkan rIsiko diabetes. “Perubahan harus dilakukan di rumah dan pada gaya hidup. Disiplin merupakan kunci utama. Saat ini setiap orang mulai memperhatikan kesehatan tetapi anak-anak tidak,” tegas Jhingan.
Lebih lanjut Jhingan menyebutkan, “Di beberapa sekolah tidak ada halaman untuk bermain, bahkan ada sekolah yang tidak memberi waktu cukup untuk pelajaran olahraga, padahal untuk pelajaran lain ditambahkan.”
Menurutnya, dulu orang tua dan sekolah berkerja sama untuk memberikan makanan bergizi dan mendidik anak-anak, sekarang anak-anak kurang informasi tersebut. “Orang tua sekarang sangat mengutamakan karir dan sedikit memberikan perhatian pada kesehatan anak. Di akhir pekan mereka lebih suka membawa anak-anak ke restoran fast food untuk menebus waktu bersama anak ketimbang memasak makanan sehat di rumah. Ini adalah tindakan yang salah.”
Ditegaskan DDRC, ada kebutuhan mendesak pada tiap sekolah untuk memiliki seorang ahli gizi yang bisa memantau anak-anak dan orang tua mengatasi masalah. “Kalau perlu harus ada modul pendidikan untuk olahraga, jika anak bisa mencapai target olahraga dengan baik bisa diberi angka 10,” jelas Jhingan.
Kenyataan yang ditemui di India tak jauh berbeda dengan yang dialami masyarakat kita. Kini saatnya Anda mengamati dan mengevaluasi apa yang telah Anda lakukan pada anak-anak? Tegakah Anda melihat buah hati menderita diabetes di usia dini? Karena itu, ajaklah mereka berolah raga dan menyantap makanan sehat setiap saat!

Tidak ada komentar: