:
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2009

Yoook, Santai Bersama Keluarga!


Anda orangtua yang sibuk? Lantas kapan saat bersantai bersama keluarga? Ketika ayah dan ibu sama-sama bekerja, maka bisa jadi keluarga terabaikan. Waktu tersita segudang aktifitas yang serasa tiada henti. Tak terpikirkan lagi rasanya ‘nongkrong’ atau berlibur bareng keluarga.
Sebenarnya menyediakan waktu untuk keluarga tidaklah sulit. Anda dapat melakukannya hanya dengan sedikit mengutak-utik manajemen waktu. Mau tahu apa saja yang dapat Anda lakukan dengan waktu Anda? Simak tips berikut:

Sisihkan Waktu

Coba sisihkan waktu setengah jam saja setiap harinya untuk menyusun rencana kegiatan esok hari. Perencanaan akan membuat Anda menjalani hari dengan lebih mudah. Hal-hal yang tadinya serasa tak mungkin dikerjakan, akan dapat dilakukan dengan memasukkannya ke dalam perencanaan.

Tanggal Khusus

Buat tanda pada tanggal-tanggal tertentu bila Anda atau anak-anak harus menyelesaikan suatu pekerjaan khusus. Dengan demikian, Anda dan keluarga tak akan pernah mendapati bahwa sesuatu yang mesti selesai ternyata belum tergarap sama sekali. Kedisiplinan akan menghindarkan Anda dan keluarga dari ketergesaan dan kepanikan. Masukkan acara untuk bepergian bersama dalam kalender keluarga Anda.

Hidup Teratur

Sebelum tidur, bereskan semua dokumen, mainan anak, dapur, dan sebagainya agar rumah bersih dan teratur. Anda pun akan lebih mudah menemukan barang-barang sebelum berangkat kerja.

Batasi Menonton TV

Waktu untuk keluarga bisa banyak terpotong oleh TV. Ada banyak hal lain yang dapat Anda lakukan selain nonton TV, seperti berbincang dengan keluarga, bermain dengan anak-anak, atau berjalan-jalan dengan mereka. Sebagai ganti nonton TV, dorong anggota keluarga, khususnya anak-anak untuk membaca atau berolahraga.

Jangan Terlalu Banyak Kursus

Lihatlah kembali kegiatan anak-anak Anda. Bila kegiatan mereka penuh dengan kursus (piano, berenang, balet, komputer, dan lain-lain), pertimbangkan baik-baik. Beri mereka juga kesempatan untuk beristirahat. Kurangi kegiatannya, agar mereka bisa menghabiskan waktu untuk bersantai bersama orangtua dan menikmati masa kecilnya dengan bahagia.

Libatkan Anak Dalam Pekerjaan Rumah

Mintalah anak-anak membantu Anda saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Misalnya, menyiapkan makan malam, mencuci, menyapu dan sebagainya. Melalui aneka kegiatan kecil yang dilakukan bersama ini, Anda pun dapat semakin akrab dengan anak-anak.

Nggak Bisa Diganggu

Bila Anda sedang ingin berkonsentrasi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, matikanlah handphone, pager, dan pasanglah ‘answering machine’ pada telepon Anda.

Makan Bersama

Kebiasaan makan bersama akan mengakrabkan seluruh keluarga karena di situ semua anggota keluarga bebas menumpahkan pendapatnya, bergurau dan tertawa bersama.

Tepat Waktu

Bila Anda bekerja secara efektif di kantor, maka Anda dapat pulang tepat waktu dan menyediakan lebih banyak waktu untuk keluarga.

Nah, selamat ‘nongkrong’ bareng keluarga!

Baca Selengkapnya....

Senin, 15 Desember 2008

Mempersiapkan Anak Menuju Masa Depan yang Gemilang

Apakah buah hati Anda menginjak usia remaja dan mulai kelihatan sulit diatur? Bagi orang tua, khususnya ibu, membesarkan anak tidak semudah yang dibayangkan. Apa yang diajarkan orang tua menentukan akan jadi seperti apa anak itu kelak. Namun dengan komunikasi yang sehat dan terbuka, para orang tua dapat membawa anak-anak mereka ke arah hidup yang benar. Berikut ada beberapa hal yang perlu Anda komunikasikan dengan buah hati Anda:
Tujuan Hidup

Tanyakan buah hati Anda, mereka ingin jadi apa kelak. Pertanyaan itu akan membawa buah hati Anda merenung lebih jauh tentang cita-cita mereka, serta memberi mereka pandangan ke mana mereka akan melangkah. Ingatkan mereka bahwa mereka unik dan tak perlu meniru orang lain.

Panggilan Hidup vs Karir

Ada perbedaan besar antara panggilan hidup dan karir. Karir hanya sebatas pekerjaan, namun panggilan hidup merupakan tujuan hidup sejati yang dimiliki oleh masing-masing orang. Seorang anak perlu diarahkan untuk mencari tahu apa tujuan/panggilan hidupnya. Jangan sampai buah hati Anda salah kaprah dengan menganggap jabatan tinggi adalah kesuksesan yang sebenarnya.

Nilai vs Keahlian

Nilai pelajaran yang didapat di sekolah tidaklah cukup untuk mengukur intelektual seorang anak. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang ahli dalam segala bidang. Tiap anak pasti memiliki keahlian di bidangnya sendiri-sendiri, inilah yang perlu Anda gali dari buah hati Anda. Bantulah mereka untuk mengembangkannya.

Faktor Kebahagiaan

Beri mereka pengertian bahwa kebahagiaan mereka tidak tergantung pada siapa pun dan apa yang mereka miliki/lakukan, namun ketika mereka memberi hidup bagi sesama, itulah kebahagiaan sejati.

Keluarga vs Teman

Teman tidak dapat memberi kasih dan rasa aman sebanyak yang ditawarkan oleh keluarga. Tempat yang paling aman bagi anak-anak adalah di tengah keluarga mereka sendiri. Oleh sebab itu, ciptakanlah suasana yang harmonis dalam keluarga Anda, agar anak betah di rumah dan tidak jatuh ke dalam pergaulan yang salah.
Beberapa hal di atas kiranya dapat membantu Anda agar anak memiliki tertib hidup, namun ingatlah bahwa teladan Anda berbicara lebih kuat dari pada kata-kata Anda. Berbicaralah kepada anak Anda dari hati yang penuh kasih, karena apa yang disampaikan dari hati juga akan menjamah hati.
Baca Selengkapnya....

Kamis, 27 November 2008

Bekal ‘ABC’ untuk Si Kecil di Sekolah
Bagi Si Kecil yang baru saja melek sekolah di tingkat sekolah dasar (SD), bangun pagi dan berangkat ke sekolah adalah hal yang sangat sulit baginya. Jika biasanya sehabis mandi pagi, mereka sarapan sembari menonton film kartun kesayangannya, kini yang ada hanya teriakan Si Bunda yang mengingatkan agar dirinya tiba di sekolah sebelum bel berbunyi.
Hal lain yang biasanya memusingkan bagi Sang Bunda adalah menyiapkan bekal makanan untuk buah hatinya. Di satu sisi, sebagai orangtua, Anda pasti menginginkan yang terbaik bagi Si Kecil dengan mencukupi gizinya melalui bekal makanan yang Anda bawakan. Namun, di sisi lain bisa jadi ada ketakutan dalam diri Anda, apakah Si Kecil akan menghabiskan bekalnya atau lebih tergiur jajanan di sekitar sekolahnya.
Jalan keluar yang paling baik adalah membuatkan bekal yang tak membosankan bagi Si Kecil. Sudah pasti Anda harus memutar otak, bagaimana caranya agar bekal yang Anda berikan disikat habis olehnya di sekolah, tetapi di sisi lain, kebutuhan gizi Si Kecil pun tetap terpenuhi.
Nah, berikut ini adalah tips menyiapkan bekal ABC untuk Si Kecil di sekolah. Bekal yang disiapkan tetap sehat, namun lezat dan menyenangkan untuk disantap. Panduan yang sekiranya tepat untuk menyusun bekal sekolah Si Kecil adalah huruf A, B dan C. Ketiga huruf tersebut mewakili nama vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh mereka. Selain itu, makanan sumber vitamin A, B dan C ini juga mengandung nutrisi lainnya seperti mineral, zat besi, protein, karbohidrat dan vitamin D.
Vitamin A yang bermanfaat untuk membangun sel-sel kulit, menjaga kesehatan mata dan turut berperan dalam pembentukan tulang serta gigi, bisa Anda peroleh dari buah berwarna oranye tua seperti mangga dan pepaya serta sayuran, seperti wortel, kangkung, bayam dan daun singkong. Sedangkan dari produk hewani, vitamin A berasal dari telur, hati, daging dan susu. Perkaya gizi Si Kecil dengan membekalinya setengah porsi buah atau sayuran. Sebagai pilihan, Anda bisa membekali mereka dengan sepotong buah semangka atau aprikot.

Manfaat Vitamin A, B, dan C

Gandum, daging, kacang dan biji-bijian adalah sumber vitamin B. Roti gandum isi daging, keju atau selai kacang dapat menjadi alternatif bekal yang menyehatkan untuk Si Kecil. Jika mereka tidak menyukai roti gandum, isi roti tawar yang biasa mereka makan dengan keju ditambah biskuit gandum. Salad dengan dressing keju dan dan kacang merah, serta biskuit dan kue yang terbuat dari gandum juga akan memberi banyak manfaat karena merupakan sumber vitamin B kompleks, protein, karbohidrat dan zat besi.
Manfaat vitamin C adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menetralisir radikal bebas. Seperti halnya vitamin A, sumber vitamin C adalah buah dan sayuran yang mudah didapat. Contohnya tomat dan jeruk yang dapat diolah menjadi menu yang disukai Si Kecil. Atau Anda bisa berkreasi dalam membentuk sayuran maupun buah, menjadi bentuk yang unik dan disukainya. Sayangnya, kandungan vitamin C pada makanan dapat hilang saat melalui proses masak atau disimpan. Maka, saat merebus bahan makanan yang mengandung banyak vitamin C, usahakan agar tidak menggunakan banyak air dan tidak terlalu lama. Bila merebus kentang, rebuslah dengan kulitnya. Dan jika menyimpan jus dalam kulkas, jangan lebih dari 2-3 hari.
Setelah menu Si Kecil memenuhi persyaratan ABC, hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana agar mereka mau menghabiskannya. Anda dapat melakukan hal-hal sederhana, seperti mengajak Si Kecil untuk menyiapkan bekal makanannya bersama Anda. Tentukan waktunya dengan tepat agar mereka tidak terlambat sekolah. Selain menyenangkan, kegiatan ini dapat mendorong Si Kecil menghabiskan bekalnya sebagai bentuk penghargaan atas usaha mereka sendiri.
Kombinasikan menu mereka agar tidak membosankan. Tak ada salahnya jika Anda membekali mereka dengan snack favorit yang dikombinasikan dengan makanan sehat. Misalkan, melapisi biskuit kesukaan mereka dengan keju atau selai kacang. Atau membuat kue dari sereal favoritnya.
Menghidangkan bekal makanan Si Kecil secara menarik, juga bisa menjadi senjata yang ampuh untuk mengugah selera makan mereka. Seperti, membentuk roti, keju atau lapisan daging dengan cetakan yang lucu. Warna-warni sayuran pun bisa dijadikan alternatif. Jangan lupa untuk menambahkan nilai gizi dengan memberikan susu, yogurt, keju atau buah segar. Agar praktis, berikan susu dan yogurt kemasan yang dapat Anda peroleh di swalayan atau supermarket. Biarkan Si Kecil yang menentukan kotak makan dan botol minum atau termos mana yang ingin dibawanya. Bahkan sesekali berikan kebebasan pada mereka pula untuk menentukan menu apa yang ingin mereka bawa ke sekolah.
Baca Selengkapnya....